Senin, 07 Juni 2010


Saat ini kembali berusaha menjadi seorang muslim yang kaffah.
Telah lama aku jauh dari-Mu, dan menutup mata atas segala yang telah engkau berikan.
Kebaikan-kebaikan ini tak ubahnya hanya menjadikanku terasa sia.
Hilang.
Semua terasa hampa.
Walau itu semua telah hadir dalam hidupku.
Engkau ada, namun kebeningan hatiku perlahan keruh.
Ada, namun terasa jauh.
Tak ada yang bisa menjawab, ataupun menafsirkan.
Gundah, kecewa, kesal, amarah, suram……
Jiwaku terasa kosong.
Lama ku tertidur dalam kesia-siaan.
Kini engkau memberikanku secercah cahaya kedamaian-Mu.
Dalam kesendirian ini, engkau menunjukkan ku pada siapa aku kembali.
Ya Robb…
Dzat yang selalu memberikan hikmah dalam kehidupan.
Entah aku harus memuji-Mu hingga batas-batas apapun.
Karena engkau masih menyayangiku yang telah jauh dari-Mu.
Nyanyian kitab suci-Mu telah ku kumandangkan kembali.
Di sepertiga malam, aku telah kembali menghadapmu, mengharapkan diri yang hina ini kembali di jalan lurus-Mu.
Tangis tulus menetes di atas sajadah dalam malam-Mu.
Tatkala hati ini kembali tenang.



***
Untuk seseorang yang menyadarkan alam sadarku untuk kembali pada-Nya, terima kasih atas segala kisah..
Mungkin tak semua hal dapat disadari.
Hanya Allah yang tahu isi hati seseorang.
Maafkan, jika saat saat ini ku berusaha menjauh.
Tak ada maksud untuk memutuskan tali silatu rahmi. Karena kita saudara seiman.
Juga tak ada maksud menyakiti dan menyombongkan diri.
Karena mungkin kau pun tahu diriku seperti apa.
Perasaan itu belum bisa ku terima saat ini.
Hanya bisa mengannggapmu tak lebih sebagai kakak.
Karena ku masih ingin jauh melangkah, meraih segala yang ku inginkan.
Maaf, jika ku mungkin  bersikap sedikit acuh padamu.
Aku sadar dengan apa yang terjadi.
Tapi ku berusaha memahamimu yang masih menghormatiku.
Tentang semuanya. Yang mungkin tak mampu kau jelaskan.
Meskipun sedikit kecewa dengan sikapmu yang seperti itu. Tak mampu mengungkapkan perasaan.
 Memahami perasaan yang kadang pun sulit untuk ku pahami.
Namun biarlah semua itu menjadi setitik kenangan dalam luasnya samudra kehidupanmu.
Ku harap engkau mengerti. Karena ku tahu engkau lebih paham agama…….




Senin, 26 April 2010


Begitu kerasnya hatimu, sehingga aku terpuruk berkali-kali untuk meluluhkannya.
Kadang aku tidak mengerti dengan semua ini!
Kenapa harus seperti ini?
Apakah memang aku dianggap tak mampu untuk menjalaninya?
Ataukah mungkin selama ini kau mengenggapku bodoh?
Sehingga kau tidak memberikan kesempatan sedikit pun?
Ibu..
Sudah cukup kau membuatku seperti ini!
Aku sudah tidak sanggup lagi menghadapi keangkuhanmu!
Jangan salahkan siapa-siapa, jika suatu saat kumenjalaninya tidak dengan sepenuh hati.
Sama seperti aku yang tidak akan pernah memberikan yang terbaik untukmu..

02.04.10 

Senin, 01 Februari 2010

Peduli apa sih kalian dengan diriku?
Apa kalian mengerti dengan perasaanku selama ini?
Adakah satu di antara kalian yg mengerti sifatku?
Kalian hanya mampu menemani jika saat senang.
Tapi kemana kalian di saat aku membutuhkan seorang yg mampu mendengar kesedihan dan kesusahanku?
Apa kalian peduli?
Inikah d'505836 yg selalu satu rasa jika seorang di antaranya sedang membutuhkan??!!