Selasa, 08 Desember 2015

Monolog Rindu 13: Dewasa

“Kamu, yang selalu menuntut kedewasaan. Apa tolok ukur kedewasaan menurutmu?
 Bisa kau jelaskan?”


Hanya merasa heran, seseorang selalu mengingatkan untuk “sedikitlah bersikap dewasa”, saat kesalahan-kesalahan atau apapun yang saya lakukan tak sejalan dengan arahan dan keinginannya.
Disaat yang bersamaan, merasa “kurang dewasa”, “tidak dewasa”, ataukah “masih kekanak-kanakan” seketika membuat untuk berpikir berulang-ulang.

Lalu, memahami menjadi dewasa sesuai inginnya adalah ambigu.

Sesungguhnya, kita hanya bisa memilih. Mendewasa seiring waktu merangkak atau mendewasa bersama peristiwa yang mendesak.



Makassar, Desember 2015

Jumat, 27 November 2015

Sekat

Adakah selalu keyakinan tanpa perlu ditanya asalnya?
Kamu, yang pernah diantar waktu
Pada ingin-ingin yang selalu digugu
Pada tiap-tiap gigil yang pernah menjadi lalu
Pada doa-doa yang selalu disebut

Lantas, apakah mesti menjadikan diam berkawan dalam sunyi masing-masing kita?
Kisah memang selalu seperti ini
Pada setiap cerita-cerita yang tak pernah kita ingini
Pada setiap rasa-rasa yang lirih

Apa yang kita ingini, jika setiap harapan tak akan pernah kita ketahui dimana muaranya?
Kali yang kesekian, setiap ucap bukanlah tentang rasa
Pada jarak-jarak yang sengaja dicipta
Pada senyap yang sengaja setia
Pada waktu yang entah


Makassar, Nopember 2015