Kamis, 15 Oktober 2009

Hatiku nelangsa..
Jika ku ingat dirinya
Hatiku kecewa..
Jika ku lihat kehadirannya
Raut wajahnya sama sekali membuatku tak lagi kagum padanya.
Gerak-geriknya seakan membuatku muak padanya.

Padahal, kehadiranmulah yang ku tunggu.
Kita memang berbeda.
Berbeda dalam mengambil sikap.
Yang kubutuhkan bukanlah sesuatu hal yang sangat sulit.
Hal itu sangat sederhana, tapi sulit kudapatkan darimu.
Senyuman.
Yang kubutuhkan hanya itu.
Memberikan senyuman terbaik dan termanis di wajahmu.
Sebagai tanda kita beda, dan merasakan hal yang sama.

- Dalam kecewaku -

14.10.09
Aku tahu, segalanya bisa kau dapatkan dengan mudah.
Aku tahu, bahwa materi tak sulit untuk kau dapatkan dan nikmati.
Tapi kenapa, dengan mudah kau tak memedulikan apa yang seharusnya menjadi kewajibanmu?
Tak tahukah kamu, Allah sangat tidak menyukai manusia untuk berjalan dengan congkak da angkuh, di muka buminya?


11.10.09
Ku ingin bayangmu tak kan pernah ada lagi dalam benakku.
Jujur, aku sangat malu dengan keadaan hatiku saat ini.
Perasaanku mengalahkan segalanya yang telah kualami.
Kamu bukanlah segalanya, dan berpengaruh dalam hidupku.
Kamu juga bukan seseorang yang memiliki keistimewaan yang mempengaruhi kehidupanku.
Tapi kamu adalah manusia biasa, yang pernah hadir dalam hidupku, dan membuatku merasakan sesuatu yang seharusnya tidak kurasakan dalam benakku.
Ku ingin jauh darimu!
Jauh, pergi, untuk tidak kembali mengingat dan mengenangmu.
Karena ku yakin jika itu terjadi, kita akan sama-sama aman, dan mendapatkan kebaikan dalam keputusan ini.


10.10.09