Tampilkan postingan dengan label curahan hatiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curahan hatiku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2012

Ini Masih Tentang Waktu


Ini masih tentang waktu
Masa
Selalu saja ada pijak-pijak lengang yang tak teracuh
Selalu ada lekuk-lekuk rasa
Selalu
Tentang napas-napas yang berarti
Berarti saat itu bermakna memberi
Memberi
Cerah, riang, bahagia, muram, sedih, gundah, risau, geram, amarah
Beribu-ribu makna dalam kisah warna
Warna
Mengapa ada tanya?
Itulah hidup
Kehidupan
Abadi?
Hanya fana.



VAA Makassar, 3-4 Agustus 2012/ 16 Ramadhan 1433
Menjelang milad yang ke-20

Selasa, 31 Juli 2012

Saat Rindu Itu Kembali Datang Diam-Diam

Saat rindu itu kembali datang diam-diam
Apakah  masih seperti waktu itu ?
Saat riang-riang polos memutar dalam kisah-kisah masa kecil....
Ibu....





Di tanah rantauan, 12 Ramadhan 1433
31 Juli 2012

Minggu, 29 Juli 2012

Tentang Pagi

Disini.
Ini masih bercerita tentang pagi.
Tentang tumpukan-tumpukan asa.
Tentang kumpulan-kumpulan sejuk.
Dan tentang jernih-jernih yang muncul perlahan.
Ini kali sering aku takjub.
Dari bening yang masih sungkan mengalir di mulut lembaran hijau.
Jika engkau tanya itu, 
Aku tak akan ragu menjawab "YA!"
Sebab ini hanya deskripsi-deskripsi. 
Tak mengenai intuisi yang bahkan bersifat ilusi. Semu.
Yakinkah ?
Pasti. 
Bukan seperti menunggu sesuatu yang nampak, namun jauh dari kepastian.
Ini masih tentang RENJANA yang kutampik dan kutolak !







Dari sepotong  fajar yang hampir meninggi
Pinrang, 29  Juli 2012 

Sabtu, 05 November 2011



Bismillaahirohmaanirrohim…..
Didalam segala nikmat-Nya.
Atas nama cinta-Nya yang paling indah, nan agung dan abadi.
Di tempat kekuasaan ciptaan-Nya, diri ini telah merenung, memikirkan, dan meresapi.
Pada semua yang telah ada dan terjadi.
Teruntuk semua orang yang telah hadir dalam hidupku,
menemani hari-hariku,
mengisi keceriaan,
tawa,
sukaku,
membelai perasaanku,
meredam amarah,
emosi,
sedihku,
dan menemani diamku….
Hanya kata ‘maaf’ yang mampu kuucapkan melalui pagi dan disetiap desauan nafas ini.
Kata sederhana pada sisa-sisa sekuel dalam hidup.
Mungkin harus kuungkapkan tentang segala sikap dan rasa.
Pada mereka yang telah datang dan pergi dalam kehidupanku.
Yang berusaha menemani,
mengisi kekosongan,
berbagi cerita,
mengalami ‘rasa’…
Tentang rasa itu….
Hanya kediaman yang mampu kutunjukkan.
Menjauhlah!
Karena aku tidak ingin tampak lebih hina di mata penciptaku, dengan dosa itu ! 
Tidakkah engkau tahu, akibat dosa yang selalu hadir dan menemani 'rasa' yang belum halal itu ?!
Semua bisa nampak indah, namun semu..
Palsu..
Karena aku ingin menjaga hati, izzah, dan jiwa ini tetap suci dengan prinsip teguh dalam hidupku.
Bukan berada pada kesia-siaan..
Hingga kelak suatu saat keindahan itu diberikan pada-Nya, dan tentu halal untukku..


Rabu, 06 Juli 2011

Saat Amarahmu Tiba

Senyumku memudar saat beberapa hari terakhir, hanya diammu yang nampak....

Sesal!

Hanya masalah kecil yang membuatmu begini, Ayah?!

Sikapmu yang dingin, membuat sesalku semakin dalam..

Cercaanmu seketika membuat mentalku jatuh!

Apakah hanya amarah yang membuatmu tidak mau mengerti dengan semua penjelasan-penjelasanku?

Setiap manusia pernah khilaf........

Tapi apakah kamu akan tetap bersikap seperti ini padaku?

Sesungguhnya aku berbeda dengan dirinya..

Hanya sikap kerasmu yang tidak bisa kuterima, Ayah!

...........................................


Kamis, 15 Oktober 2009

Hatiku nelangsa..
Jika ku ingat dirinya
Hatiku kecewa..
Jika ku lihat kehadirannya
Raut wajahnya sama sekali membuatku tak lagi kagum padanya.
Gerak-geriknya seakan membuatku muak padanya.

Padahal, kehadiranmulah yang ku tunggu.
Kita memang berbeda.
Berbeda dalam mengambil sikap.
Yang kubutuhkan bukanlah sesuatu hal yang sangat sulit.
Hal itu sangat sederhana, tapi sulit kudapatkan darimu.
Senyuman.
Yang kubutuhkan hanya itu.
Memberikan senyuman terbaik dan termanis di wajahmu.
Sebagai tanda kita beda, dan merasakan hal yang sama.

- Dalam kecewaku -

14.10.09
Aku tahu, segalanya bisa kau dapatkan dengan mudah.
Aku tahu, bahwa materi tak sulit untuk kau dapatkan dan nikmati.
Tapi kenapa, dengan mudah kau tak memedulikan apa yang seharusnya menjadi kewajibanmu?
Tak tahukah kamu, Allah sangat tidak menyukai manusia untuk berjalan dengan congkak da angkuh, di muka buminya?


11.10.09
Ku ingin bayangmu tak kan pernah ada lagi dalam benakku.
Jujur, aku sangat malu dengan keadaan hatiku saat ini.
Perasaanku mengalahkan segalanya yang telah kualami.
Kamu bukanlah segalanya, dan berpengaruh dalam hidupku.
Kamu juga bukan seseorang yang memiliki keistimewaan yang mempengaruhi kehidupanku.
Tapi kamu adalah manusia biasa, yang pernah hadir dalam hidupku, dan membuatku merasakan sesuatu yang seharusnya tidak kurasakan dalam benakku.
Ku ingin jauh darimu!
Jauh, pergi, untuk tidak kembali mengingat dan mengenangmu.
Karena ku yakin jika itu terjadi, kita akan sama-sama aman, dan mendapatkan kebaikan dalam keputusan ini.


10.10.09

Jumat, 09 Oktober 2009

I need you !



Untuk saat ini, ku sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari seorang lelaki.
Ayah..
Ku ingin kau selalu menghiasi hariku dengan nasihat-nasihat, petuah-petuah, dan senyum manismu, jika ku mulai gundah.
Ku ingin kau menopangku jika jiwaku mulai rapuh.
Ayah..
Untuk saat ini aku rapuh, gelisah, sedih, atas segala yang kulalui dalam masa ini.
Bisakah sedikit waktu kau berikan untuk menemani dan mendengarkan curahan hatiku?
Mungkinkah ku mendapatkan perhatianmu dari arti sebuah pekerjaan?
Yang kubutuhkan bukanlah materi, dan segalanya yang kuinginkan!
Aku hanya menginginkan perhatianmu, yang mulai pudar saat ku tumbuh remaja.
Tidak lebih dari itu.
Haruskah kuungkapkan segalanya pada orang lain?
Kurasa tidak!
Aku hanya ingin menceritakan, menggambarkan keadaan hatiku pada orang yang sangat mengenal diriku.
Dan ku rasa orang itu adalah kamu
Tapi kemana sosok seorang ayah penyabar yang selama ini ku kenal ?
Akankah selamanya dirimu hanya bergelut pada pekerjaan-pekerjaan untuk menghidupi keluargamu?


-Dalam sedihku-


7.10.2009

Jumat, 02 Oktober 2009

Bibirku tersenyum, saat melihat catatan-catatannya.
Entah mengapa aku terkagum-kagum dengannya.
Aku tak mengerti dengan perasaanku.
Kenapa ia hadir dalam hidupku??

Selasa, 04 Agustus 2009

Sekarang atau seterusnya, bayang dirimu akan ku lenyapkan dari pikiranku!

Sejak dulu, ku sangat menginginkan kehadiranmu.

Tapi... ternyata semuanya tak bisa ku harapkan lagi.

Mungkin rasa keegoisan yang dari dulu kau tampakkan di wajah, bahkan tingkahmu, sama sekali tak membuatmu berubah.

Setelah salah satu media kembali menghubungkan kita, hanya kehambaran yang kudapatkan.

Entah karena sesuatu, aku tak tahu.

Dulu, ketika kita masih berada dalam satu tempat dengan tujuan yang sama, tak sedikit pun kau memberikan kesan padaku.

Tapi entahlah, ku memang tidak mengerti dengan semua ini.

Sudahlah, tak ada gunanya juga ku terlalu mengharapkanmu.....