Jumat, 27 November 2015

Sekat

Adakah selalu keyakinan tanpa perlu ditanya asalnya?
Kamu, yang pernah diantar waktu
Pada ingin-ingin yang selalu digugu
Pada tiap-tiap gigil yang pernah menjadi lalu
Pada doa-doa yang selalu disebut

Lantas, apakah mesti menjadikan diam berkawan dalam sunyi masing-masing kita?
Kisah memang selalu seperti ini
Pada setiap cerita-cerita yang tak pernah kita ingini
Pada setiap rasa-rasa yang lirih

Apa yang kita ingini, jika setiap harapan tak akan pernah kita ketahui dimana muaranya?
Kali yang kesekian, setiap ucap bukanlah tentang rasa
Pada jarak-jarak yang sengaja dicipta
Pada senyap yang sengaja setia
Pada waktu yang entah


Makassar, Nopember 2015

Kamis, 16 Juli 2015

Monolog Rindu 12: Cahaya


Kelak,

apa yang dijawab mata ini,
apa yang dijawab telinga ini,
apa yang dijawab mulut ini,
apa yang dijawab tangan ini,
apa yang dijawab kaki ini,
apa yang dijawab hati ini,

ketika ditanyai, “Untuk apa kau gunakan disepanjang usiamu di dunia?”

sedang ketidaksadaran itu selalu menebal

menutup cahaya-cahaya-Nya

pada jiwa yang selalu abai dan lalai

lantas, dalam bulan yang berusaha meluaskan cahaya-cahaya itu, dirasa tak cukup masa kehadirannya

kutahu, hadirnya akan pasti ada

akan tetap ada dalam tahun-tahun

tetapi, tak pernah kuketahui, izin-Nya terhadapku akan masih ada untuk kembali bertemu.  



Waktu penghabisan Ramadhan,

Pinrang, 29 Ramadhan 1436 Hijriah/ 16 Juli 2014