Senin, 05 Agustus 2013

Dari yang terlewati: ke-21 tahun

Mungkin bola oranye itu masih seperti dulu
Masih seperti ketika rasa kagum pada awan bertambah-tambah
Masih seperti udara yang menduduki pelupuk mata
Ada yang masih selalu dinanti dalam kekata bibir yang lebih senang membungkam

Ada yang masih selalu diinginkan dalam kepingan-kepingan impian juga harapan-harapan
Desah-desah itu juga masih seperti itu

Selalu ada banyak tanya dan juga perkiraan (?)
Ruh dan jasad
Belum ada masa yang bisa memisahkan kita
Kita masih seperti dulu, yang bersama merasakan gelitik sendu, juga belai bahagia



Kembali menemui waktu disenyapan penghujung senja
 
VAA Makassar, 5 Agustus 2013


Selasa, 23 Juli 2013

Kabut



Pada sesenggukan waktu
Yang melerai asa dan harapan
Ada kisah disini
Yang juga menggabungkan cerita-cerita, kami
Pada sepuluh pemikiran
Sepuluh rasa 
Sepuluh tujuan
Sepuluh langkah
Sepuluh asa
Ada yang membuatnya mengabut
Meremangkan gerak yang berpadu
Ada picik yang menyelubung
Ada tulus yang berjarak, memantik masa
Ada sapa ramah
Ada diam yang tak mengharapkan kekata
Ada keinginan yang terpendam untuk kembali menjangkau masa 
Menjangkau dekat yang mengabur
Pada tuntutan-tuntutan yang menginjak
Kewajiban. Ya, kewajiban yang mengiba pada gelar dan pandangan
Kita
Bahwa sesungguhnya terjebak pada sakral “pengabdian” dibeberapa waktu dan zona asing
Kita 
Menyatukan sulitnya keping pada dinding-dinding kayu
Mengikuti beberapa harapan-harapan pribumi
Bahkan hanya sekedar ucapan terima kasih dan lengkungan bibir sumringah
Juga jamuan-jamuan pengisi perut
Ada sesangkaan yang cukup tak menjangkau 
Pada tepisan-tepisan yang membalik
Dan dari ketulusan yang membagi-bagi logika
Ya. Ada cerita disini
Tentang fajar yang membawa gigil
Tentang malam yang merobek mimpi
Juga tentang senja yang menjadikan waktu meranum jingga
Ya. Cerita masih akan tetap disini
Jika tapak-tapak kaki kita beranjak, kembali meniti asa dalam jejaran metropolitan “kota daeng”, kampus oranye
Jika rasa yang sempat membelai prinsip yang mengukuh
Jika prasangka-prasangka atas tanggung jawab 
Kita 
Sesunguhnya masih saja membuai dalam kehangatan jalinan ukhuwah
Yang masih betah membagi-bagi potongan-potongan topeng wajah.




Yang menginspirasi kabut
 
Labae-Watampone, 22-23 Juli 2013


(KKN UNM  Angk. XXIX 2013, Posko IV, Desa Labae, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng)  

Selasa, 25 Juni 2013

Ada remuk-remuk.
Pada jalinan waktu dan kekata.
Pada sangkaan-sangkaan.

Penegasan memaksa untuk tetap berdiri pada janji.
Masa depan dan sepasang malaikat.

Ana uhibbukafillah, yaa abi, yaa ummi.




 


Untuk pagi dan kerinduan,
 
VAA Makassar, 25 Juni 2013