Senin, 12 Januari 2009


Catatan Pilu Dari Palestina
Serangan agresi Israel terus terjadi secara bertubi-tubi, di suatu pagi
Tak luput manusia-manusia kecil yang masih terlelap, menjadi sasarannya
Cahaya pagi tampak tak terlihat, tertutup debu-debu penderitaan
Israel menggempur Palestina yang masih menyimpan trauma masa lalu
Jalur Gaza masih dikuasai melalui darat hingga laut
Dengan serentak dunia mengutuk negara Yahudi itu
Tangis dan raungan hanya tenggelam dalam desing peluru dan dentuman bom yang membabi buta
Akankah ini semuanya akan berakhir?
Para pemimpin negara Islam dengan berbondong-bondong ’menginterogasi’ PBB
Tapi apa yang telah dilakukan PBB kepada Palestina?
Obama yang selalu menyerukan perdamain, tampak tak mampu berkata, lidahya kelu akan tanya masalah agresi
Ya Allah, apakah ini adalah salah satu tanda akan datangnya kiamat ?
Ataukah ini adalah azab yang kau timpakan melalui Israel ?
Hanya doa dan harapan tertanam pada warga muslim untuk para mujahid yang setia membela negara dan tanah Allah…..



Di atas tanah kedamaian
4 Januari, 2009

Jumat, 05 Desember 2008


Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang-gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!


EDENSOR (Tetralogi Laskar Pelangi)

ANDREA HIRATA

Sabtu, 29 November 2008

Hujan

Bila Malam tak memberi ruang pada cahaya bintang
Awan hanya mengambang pada angkasa yang dingin
Bulan tak menggambarkan bentuknya yang berkawah
cahaya bintang tampak meredup
Serangga malam bernyanyi dalam sisa bias cahaya
Biarkan suasana malam menyelimuti rasa gundahku
Harapan tak pernah memberikan kenyataan dalam langit yang mendung
Hingga mata kembali memandang langit mendung tanpa bintang
Dentuman kaki langit, mengiringi lelehan air awan
Yang sembari memberikan titik-titik kesegaran dalam gerahnya malam.