Selasa, 3 Maret 2009, pukul 23.10 WITA. Malam itu, kulalui dengan perasaan kaget,
takut, dan membuatku sport jantung. Kenapa, karena peristiwa itu tak akan pernah kulupa seumur hidupku. Gini ceritanya, malam itu, sebelum tidur aku sedang maskeran (maklum cewek!), sambil nunggu maskernya kering, aku ngobrol dengan saudara kembarku, sambil denger radio. Selang beberapa menit, terdengar suara bergemuruh, kayak ada pesawat lewat. Pikirku sih, pesawatnya cuma numpang lewat doang, tapi kok, kedua kalinya, suaranya terdengar lebih nyaring. Nah, dari situ aku sempat mikir, kok pesawat cuma numpang lewat aja, suara pesawatnya terdengar lebih dari sekali, dan suaranya menandakan kalau pesawatnya bolak-balik.
Aku sempat panik, segera keluar dari kamar, dan keluar rumah, memastikan sebenarnya, apa yang sedang terjadi. Ternyata, ibu dan adikku sudah berada di luar rumah, dan menyaksikan apa yang sedang terjadi.
Dugaanku ternyata benar, sekitar beberapa ratus meter di atas kakiku berpijak, ada sebuah pesawat yang berputar-putar, sampai sesekali lampunya berkedip-kedip. Dari situ rasa khawatirku langsung muncul, apa pesawat itu akan mendarat darurat? Karena berputar-putar di atas daerahku hampir setengah jam. Aku juga berfikir pesawat itu akan mendarat di sawah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku (sekitar 100 meter).
Tidak beberapa lama kemudian, tetangga di depan rumahku, keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Karena sekitar rumahku suasananya sangat sepi, mereka semua tak menyangka kalau suara yang terdengar beberapa kali itu, adalah suara pesawat yang berputar-putar. Sempat juga kami melihat ekor pesawat itu, mengeluarkan cahaya putih kebiru-biruan, kayak percikan api gitu deh! Trus, gerak pesawat itu kadang turun, naik, dan lampu merahnya berkedip-kedip. Ini, bukan mimpi loh!
Eh, ternyata memang pesawat itu kayaknya mau mendarat. Tapi, tak lama kemudian, pesawat itu terbang mengarah ke arah barat. Nah, tetangga di depan rumah beranggapan kalo kemungkinan pesawat itu akan mendarat di laut ... desa langnga (beberapa kilometer dari tempat tinggalku, kota Pinrang).
Setelah kejadian yang sempat membuatku deg-degan dan gemetaran, aku sempat penasaran, di mana sih pesawat itu akan mendarat? Apa betul, pesawat tadi akan mendarat darurat? Wallahu ‘alam. Tapi pikirku, kemungkinan besok atau lusa, media cetak atau elektronik akan memberitakan peristiwa itu.
Esoknya di sekolah, aku menceritakan peristiwa yang telah kualami waktu malam. Tapi, tidak semua temanku yang tahu. Namun, ada yang bilang kalo pesawat itu sempat lewat di atas bukit Paleteang, dan di kecamatan Talabangi (ke arah utara dari kota Pinrang). Kalau mau diperkirakan, kemungkinan pesawat itu mendaratnya di sungai atau sawah. Karena kedua tempat itu dekat dengan sawah (bukit Paleteang) dan sungai (kecamatan Talabangi) dan tidak ada laut di sekitar situ. Walllahu’alam.
Tapi aku heran, kenapa sampai saat ini tak ada media elektronik atau pun cetak yang memberitakan peristiwa tersebut. Padahal, pada malam kejadian, bayak warga yang keluar rumah dan menyaksikan hal tersebut. Sampai-sampai jalan ramai, padahal sudah hampir tengah malam (tidak seperti malam biasanya, suasana jam segitu sudah sepi). Yah, sungguh kita juga tak bisa menunjukkan bukti, peristiwa itu benar-benar terjadi, karena tidak ada audiovisual yang menunjukkan hal itu memang terjadi. Tapi, banyak kok yang sudah menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Ya, ditunggu aja kalo mungkin ada berita mengenai hilangnya pesawat itu. Hm..hm.. jadi, peristiwa yang di atas mengingatkanku pada peristiwa misteri hilangnya pesawat Adam air yang sampai saat ini korbannya belum diketahui, dan buruknya maskapai penerbangan negara kita. :) bG!
NB: Sampai saat artikel ini diposting, gak ada tuh berita tentang pesawat yang hampir jatuh itu.
Jumat, 06 Maret 2009
Sabtu, 28 Februari 2009
Ponari dieksploitasi?

Seorang bocah laki-laki, yang tinggal di daerah Jombang Jawa Timur, kini mendadak menjadi ‘dukun cilik’ terkenal. Ponari, nama bocah yang masih berumur sembilan tahun. Yap, setelah ‘diprediksi’ memiliki kemampuan yang tidak semua dimiliki orang, kini ia menjadi pusat perhatian yang lagi hangat-hangatnya, baik di media cetak, maupun media elektronik.
Ternyata eh ternyata, Ponari bisa menyembuhkan orang hanya dengan meminum air dari hasil rendaman batu ‘sakti’ yang dimilikinya. Kok bisa? Apa ada sesuatu di dalam diri Ponari? Atau mungkin, batu yang digunakannya itu benar-benar ‘sakti’?
Tapi yang jelasnya, perihal munculnya batu ajaib yang ditemukan Ponari itu, sama sekali tidak realistis, dan gak jelas. Katanya, Ponari pernah disambar petir, yang menyebabkannya dirinya mempunyai kekuatan lain (dan menyebutnya sebagai titisan dewa petir), ada juga yang beranggapan kalo batu itu pernah dibuang Ponari, tapi karena batu itu tidak berpindah tempat, akhirnya batu itu dijadikan media untuk menyembuhkan segala penyakit hanya dengan sekali pengobatan. Edan!
Tapi, kenapa Ponari dianggap sedang dieksploitasi? Nah, gara-gara Ponari dianggap bisa menyembuhkan penyakit hanya dengan mencelupkan batu ‘sakti’nya kedalam air si pasien, hampir sebulan ia tidak sekolah dan bermain dengan teman-teman sebayanya (seperti yang dilakukan anak-anak lainnya). Hal itu disebabkan karena, adanya paksaan dari orang-orang terdekat yang ingin mengambil keuntungan dari itu semua.Bahkan, ayahnya sendiri pun sempat dipukul dan dirawat di rumah sakit, karena pamannya Ponari memaksa untuk mengasuh Ponari, dan terus membuka praktek pengobatannya itu. Padahal, ada penduduk setempat yang sudah menegur, agar praktek itu ditutup. Bahkan, pihak sekolah di tempat Ponari menuntut ilmu pun sudah mengeluarkan surat teguran, agar Ponari kembali masuk sekolah lagi.
Bahkan, lebih parahnya lagi, dari pengobatan itu, ada beberapa pasien yang meniggal, gara-gara terlalu lama nunggu dan kehabisan tenaga. Ada juga sebagian pasien yang mengambil air comberan dan serpihan dinding rumah Ponari. Hah? Dasar nekat! Tidak hanya itu saja, ada juga pasien yang rela ‘nginap’ di rumah Ponari hanya untuk mendapatkan kesaktian dari batu si Ponari.
Kenapa mereka bisa senekat itu? Apa nggak ada pengobatan alternatif selain itu? Yah, bisa dikira-kira hal ini terjadi disebabkan lemahnya perekonomian masyarakat. Liat saja, disekitar rumah Ponari memang adalah perumahan kumuh, dan memang daerah itu masih sangat terbelakang. Mungkin warga memanfaatkan kesempatan ini, agar tidak membayar mahal jika berobat ke rumah sakit.
Yah, faktanya memang semua itu, adalah salah satu bentuk eksploitasi terhadap anak-anak. Kak Seto juga sebagai ketua Komnas Perlindungan Anak, mengungkapkan hal yang sama. Sudah jelas kok, kalo Ponari sekarang tidak mendapatkan hak-haknya sebagai anak, yaitu bersekolah dan bermain, selayaknya anak-anak biasanya. :) bG!
Tindakan Kekerasan di kalangan Pelajar
Sudah sepekan ini, berbagai media massa maupun media elektronik, memberitakan beredarnya video kekerasan di kalangan pelajar. Pertama, beredarnya video perkelahian dua siswi salah satu SMA di Papua. Dan hebatnya lagi, kedua siswi yang berkelahi itu memang sudah dibekali sarung tinju oleh gurunya. Loh? (kok kayak adu jotoss gitu?) Lucunya lagi, perkelahian itu dipicu terjadi, karena guru mereka yang memberikan hukuman dari perbuatannya yang mereka lakukan. Dalam video yang telah beredar di masyarakat luas itu, tergambar kalau siswi-siswi tersebut saling mengadu jotoss dengan sarung tinju, di tengah lapangan sekolah. Tak ketinggalan, salah satu bapak guru di sekolah itu, yang menjadi wasitnya, tak lupa siswa-siswinya juga yang jadi penonton. Ck..ck..ck..
Dan lebih menyedihkan lagi, ada juga video yang tersebar di daerahku (Pinrang-Sul-Sel), yang ceritanya juga mirip dengan yang tadi. Bahkan, tokoh pemerannya juga dua siswi, (SMK) yang sedang adu kekuatan, dan juga dilakukan di lingkungan sekolah. Hm,, katanya sih, perkelahian itu terjadi karena adanya kesalah pahaman antar anggota geng yang mereka bentuk. Nah, setelah video tersebut beredar, dan sempat nongol di tivi, Bapak Bupati di daerahku sangat malu dengan adanya kejadian itu. Bahkan, dia juga kecewa dengan penduduk daerahnya, kenapa giliran pemberitaan yang negatif, nama daerahku bisa nongol tivi, bukannya berita yang positif.
Tapi, kok harus diselesaikan dengan adu fisik seperti itu? Apa nggak ada jalan keluar lain untuk menyelesaikanm masalah?
Memang sih, kalo mau diliat-liat, yang paling rentan untuk melakukan kekerasan adalah kaum remaja. Yah, apalagi remaja itu selalu merasa benar, dan selalu ingin menang. Tapi, menyedihkannya, tayangan video jenis seperti itu, yang umumnya beredar di media ponsel, bisa saja mempengaruhi orang yang menontonnya (terutama anak-anak). Yah, kita kalo mau liat contoh tayangan kekerasan kayak gitu, gak usah jauh-jauh deh. Sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, ada segelintir anak yang mencontoh gerakan kekerasan dari tokoh kartun idolanya. Tak ayal, dari sikap ‘mencontoh’ itu, ada yang terpaksa meregang nyawa dengan cara saperti itu. Sadis.
Tapi ya, menurutku sih intinya, kekerasan bukanlah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah, dan tidak patut unntuk ditiru. :) bG!
Dan lebih menyedihkan lagi, ada juga video yang tersebar di daerahku (Pinrang-Sul-Sel), yang ceritanya juga mirip dengan yang tadi. Bahkan, tokoh pemerannya juga dua siswi, (SMK) yang sedang adu kekuatan, dan juga dilakukan di lingkungan sekolah. Hm,, katanya sih, perkelahian itu terjadi karena adanya kesalah pahaman antar anggota geng yang mereka bentuk. Nah, setelah video tersebut beredar, dan sempat nongol di tivi, Bapak Bupati di daerahku sangat malu dengan adanya kejadian itu. Bahkan, dia juga kecewa dengan penduduk daerahnya, kenapa giliran pemberitaan yang negatif, nama daerahku bisa nongol tivi, bukannya berita yang positif.
Tapi, kok harus diselesaikan dengan adu fisik seperti itu? Apa nggak ada jalan keluar lain untuk menyelesaikanm masalah?
Memang sih, kalo mau diliat-liat, yang paling rentan untuk melakukan kekerasan adalah kaum remaja. Yah, apalagi remaja itu selalu merasa benar, dan selalu ingin menang. Tapi, menyedihkannya, tayangan video jenis seperti itu, yang umumnya beredar di media ponsel, bisa saja mempengaruhi orang yang menontonnya (terutama anak-anak). Yah, kita kalo mau liat contoh tayangan kekerasan kayak gitu, gak usah jauh-jauh deh. Sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, ada segelintir anak yang mencontoh gerakan kekerasan dari tokoh kartun idolanya. Tak ayal, dari sikap ‘mencontoh’ itu, ada yang terpaksa meregang nyawa dengan cara saperti itu. Sadis.
Tapi ya, menurutku sih intinya, kekerasan bukanlah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah, dan tidak patut unntuk ditiru. :) bG!
Langganan:
Postingan (Atom)